me

me

Sabtu, 24 Agustus 2013

Amankah Air Ketuban yang Terlalu Banyak?

Amankah air ketuban yang terlalu banyak

Seorang bayi yang tumbuh dalam rahim ibunya dikelilingi oleh kantung berisi cairan ketuban, yang melayani beberapa fungsi penting. Cairan ketuban akan memberikan perlindungan, yaitu menjadi bantalan janin yang sedang berkembang di dalam rahim, membantu mencegah infeksi dan mempertahankan suhu konstan dalam rahim, memberikan ruang bayi untuk bergerak, dapat mengaktifkan otot yang tepat dan pertumbuhan tulang pada janin, dan juga memberikan cairan yang diperlukan untuk pencernaan dan pernapasan janin selama perkembangannya. Pada proses pertumbuhan janin sangat tergantung dengan air ketuban. Cairan ketuban sebagian besar terdiri dari air dan cairan lain yang disediakan oleh tubuh ibu sendiri kemudian dalam kehamilan sebagian besar cairan ketuban terdiri dari urin janin. Pada beberapa kasus ditemukan ibu hamil yang memiliki kelebihan air ketuban sehingga menumpuk di dalam rahim yang dikenal dengan istilah polihidramnion.
Penyebab spesifik polihidramnion umumnya tidak dapat ditentukan, meskipun penelitian menemukan adanya hubungan antara penyakit diabetes dengan kellebihan air ketuban, kemudian bagi anda yang mendapatkan kehamilan kembar (terutama ketika salah satu kembar memiliki cairan ketuban terlalu sedikit dan yang lainnya menghasilkan terlalu banyak), adapula yang disebabkan karena kelainan janin yang membuat sulit bagi bayi untuk menelan dan memproses cairan dari biasanya (misalnya, bibir sumbing atau gangguan langit-langit, penyumbatan gastrointestinal, hidrosefalus atau masalah neurologis lainnya bahkan yang mengalami cacat jantung), adapula yang disebabkan karena adannya Rh darah yang tidak cocok sehingga mengakibatkan bayi anda mengalami anemia.
Banyak kejadian polihidramnion hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan komplikasi kehamilan. Meskipun demikian sebagian ibu hamil yang mengalaminya dapat mengalami ketidaknyamanan perut dan masalah pernapasan dari penumpukan cairan yang memberi tekanan pada paru-paru dan organ internal lainnya. Potensi risiko paling serius yang dihasilkan oleh polihidramnion adalah kemungkinan prematur pecahnya kantung ketuban, persalinan dini dan plasenta abruption (plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum persalinan) atau kecelakaan tali pusar. Adanya cairan ketuban tambahan juga meningkatkan kemungkinan perdarahan postpartum. Dengan pemantauan yang cermat, banyak kasus polihidramnion yang mudah diobati dan tidak ada ancaman serius untuk baik bayi atau ibu. Berikut adalah langkah pengobatan yang bisa anda ambil :
1.  USG
Apabila ibu hamil didiagnosis dengan polihidramnion akan diperiksa dengan USG resolusi tinggi, untuk memastikan bayi tumbuh pada tingkat normal. Ultrasound lebih lanjut dilakukan secara teratur selama kehamilan untuk memastikan bahwa cairan ketuban  yang berlebihan tidak memiliki efek yang merugikan pada perkembangan bayi.
2.  Amniosentesis
Seorang ibu hamil dengan polihidramnion juga akan diawasi ketat untuk tanda-tanda persalinan prematur. Jika dokter merasa bahwa kehadiran terlalu banyak cairan mungkin bermasalah, beberapa bisa dihilangkan secara aman melalui proses yang disebut amnioreduction, yang dilakukan melalui amniosentesis. Namun, amniosentesis sendiri kadang-kadang dapat menyebabkan masalah, dan hal itu mungkin bagi polihidramnion kambuh bahkan setelah cairan telah terkuras keluar.
3.  Obat
Obat juga dapat diberikan untuk mengurangi jumlah cairan ketuban, tapi pendekatan pengobatan ini digunakan hanya sampai minggu ke-32 kehamilan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. Jika seorang wanita hamil memiliki diabetes, ini meningkatkan risiko bahwa dia akan mengembangkan polihidramnion, sehingga perhatian harus difokuskan kepada kadar gula nya, mengobati kadar gula darah tinggi sering mengurangi volume cairan ketuban dan dapat membantu mengatasi situasi tersebut

Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan Menjelang Persalinan

Jahitan pada proses melahirkan biasanya disebabkan oleh adanya robekan yang terjadi di bagian area kewanitaan. Robekan atau guntingan menurut istilah kedokteran disebut dengan episiotomi, yaitu pengguntingan yang dilakukan untuk melebarkan proses jalan lahir bayi. Meskipun pada umumnya dokter akan memberikan anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit akan tetapi anda dapat meminimalisir terjadinya episiotomi.

Berikut adalah tips melahirkan normal tanpa jahitan :

1.  Menyiapkan diri sebelum persalinan
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat diri anda yakin bahwa proses persalinan akan berjalan dengan baik. Kemampuan diri anda dalam menjalani proses normal adalah salah satu modal awal untuk memasuki persalinan normal tanpa jahitan. Adapun beberapa cara seperti pijatan prenium yang umunya dilakukan pada bulan-bulan akhir trimester ketiga atau adapula yang melatih dengan proses senam kegel yang bertujuan melatih otot-otot di lubang pengeluaran.
2.  Memilih tempat
Pemilihan tempat merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan proses persalinan normal tanpa jahitan, meskipun semua kembali pada kondisi kesehatan anda dan janin akan tetapi bantuan tempat yang nyaman dapat membuat anda rileks dan menjalani persalinan dengan lancar. Pilihlah tempat yang memungkinkan anda bergerak bebas misalnya tempat tidur yang tidak terlalu sempit dan menggangu proses persalinan, suasana yang terlalu ramai akan membuat anda tidak rileks dan memicu kecemasan yang berlebih yang mengakibatkan terganggunya proses persalinan.
3.  Hindari kelelahan yang berlebih mendekati masa persalinan
Salah satu terjadinya episiotomi adalah adanya gangguan pada ibu hamil, gangguan tersebut baik secara ringan ataupun berat. Gangguan ringan seperti kelelahan menjadi salah satu alasan dilakukan pengguntingan atau robekan (episiotomi ) oleh karena itu hindari aktivitas yang berlebih ketika anda memasuki bulan akhir kehamilan, mendekati persalinan anda. Gunakan waktu istirahat yang cukup dengan menjaga asupan nutrisi dengan makanan yang memiliki kandungan kalori untuk energi ekstra menjelang persalinan.
4.  Melakukan gerakan ringan untuk melatih otot
Gerakan ringan yang umum dilakukan pada trimester terakhir yaitu dengan melakukan gerakan kepala, dahi dan hidung sehingga menyentuh lantai begitu juga dengan tangan, lutut dan jari-jari kaki yang ikut menyentuh lantai. Hal ini membantu bayi anda memasuki posisi terbaik dan mendorongnya bayi sehingga meminimalisir keadaan sungsang ketika lahir. Anda juga bisa mengelola posisi lain seperti melakukan aktivitas rumah dan juga berjalan sebanyak yang anda sanggup melakukannya. Ketika anda melakukan posisi jongkok sebaiknya menggunakan bantuan dengan berpegang pada benda yang kuat di samping anda.
5.  Menggunakan aromaterapi untuk membuat anda rileks
Bagi anda yang melakukan pemijatan perineum dengan minyak seperti minyak zaitun atau minyak bunga (aromaterapi ) untuk membantu peregangan otot dapat membuat suasana yang lebih nyaman dan memberikan ketenangan mendekati persalinan. Ketenangan sangat dibutuhkan karena dapat membantu anda untuk mendapatkan proses persalinan normal, begitu juga untuk anda yang ingin meminimalisir jahitan pada proses persalinan anda.
6.  Alpukat dan minyak zaitun untuk peregangan membantu proses persalinan
Anda dapat mengkonsumsi alpukat dan minyak zaitun untuk membantu peregangan kulit anda dari dalam. Konsumsi teh daun raspberry juga  selama trimester terakhir 2 cangkir setiap hari akan membuat proses persalinan karena membantu adanya kontraksi lebih produktif .
7.  Usahakan untuk tidak mengangkat bokong
Mengangkat bokong (pantat) ketika proses persalinan akan menyebabkan terjadinya robekan jalan lahir bayi yang lebih luas. Hal ini karena apabila bokong anda terangkat, tidak adanya penyangga akan menyebabkan otot mudah terkoyak.


Sumber : Tips Melahirkan Normal Tanpa Jahitan http://bidanku.com/index.php?/tips-melahirkan-normal-tanpa-jahitan#ixzz2csAY6shd
Follow us: @bidanku on Twitter | bidanku on Facebook